Surat Untuk Ibu dan Bapak…

Sebelumnya…Trimakasih Ya Allah…sudah menitipkan aku pada orang tua seperti mereka…

Saya senang sekali bisa dilahirkan ditengah-tengah keluarga ini.

 

Walaupun kita bukan orang yang kaya akan materi setidaknya kita bisa hidup lebih dari cukup..ini membuat saya semakin bersyukur. Kenapa? Karena dengan begitu saya dapat lebih menghargai uang. Uang yang dihasilkan oleh jerih payah ibu dan bapak. Ketika mengingat hal itu saya akan lebih berhemat lagi.

Yang paling saya ingat didikan orangtua saya yang sampai sekarang sangat bermanfaat bagi saya, yaitu masalah keuangan. Waktu saya kecil, bapak dan ibu selalu memberikan uang jajan bulanan (itu kira2 waktu SD kelas 3). Saya tidak tau apa sebabnya..ternyata didikan itu sekarang sangat bermanfaat bagi kehidupan saya. Dengan begitu saya dapat memenejemen uang saya sendiri untuk keperluan pribadi. Saya juga diajarkan untuk menabung. Pertama-tama tabungan saya memang hanya celengan anak2 pada umumnya. Tiap bulan celengan itu saya tukarkan ke ibu atau bapak. Hasilnya ternyata lumayan. Lama kelamaan Ibu dan bapak membukakan saya rekening baru di Bank. Ibu dan bapak selalu bilang “nanti kalo sudah punya uang banyak kamu bisa beli barang itu”, hal itu memacu saya untuk lebih menabung. Jadi misalnya saya diberi uang 500 rupiah (zaman SD masih bisa beli snack 5..haha) saya hanya menghabiskan 250 rupiah saja..ya sisanya ditabung karena itu bisa beli barang yang saya inginkan. Ibu dan bapak tidak pernah mengajarkan saya untuk meminta. Maksudnya disini, tiap saya menginginkan suatu barang, Ibu dan bapak selalu bilang “belinya pake uangmu sendiri ya!”. Pada waktu saya kecil mungkin saya beranggapan Ibu dan bapak itu pelit. Tapi sesungguhnya tidak..karena itu melatih saya untuk menahan keinginan..jadi tidak semuanya yang saya inginkan bisa saya miliki..butuh kerja keras untuk memperolehnya. Ibu dan bapak sungguh luar biasa. Dengan menabung..saya bisa juga merasakan susahnya mengumpulkan uang (walaupun tidak seberat Ibu dan bapak bekerja). Saya ingat barang pertama yang bisa saya beli (barang yg lumayan mahal maksudnya) dengan uang tabungan saya (bukan patungan ma mb mita) itu hp nokia 6600, itu waktu saya SMA kelas 1 dan harganya masih 2,5 juta. Saya menabungnya itu sudah cukup lama mulai dari SMP. Memang beda rasanya ketika bisa membeli barang dengan usaha sendiri. Selain itu, saya sekarang juga bisa memprioritaskan kebutuhan apa saja yang akan dibeli. Sehingga uang yang kita keluarkan itu tidak sia-sia. Wah..cocoknya saya di ekonomi nieh mungkin..hehe. Makasih ya Ibu dan bapak..

Masih banyak pelajaran lainnya yang bisa saya ambil dan terapkan sekarang dalam kehidupan. Tapi mungkin di posting selanjutnya..

kesalahan..

Mengapa suatu kesalahan dapat terjadi?? mungkin memang kita pernah membuat kesalahan ataupun menjadi korban akibat kesalahan orang lain. Tapi perlu dicermati..sesorang dapat membuat kesalahan juga karena didukung oleh faktor2 lain.

Misalnya suatu ketika ada seorang teman yang lupa dengan titipan kita. Janganlah dulu menyalahkannya. mengapa? Hal itu mungkin saja bisa terjadi karena keteledoran kita sendiri yang tidak mengingatkannya. 

Jadi..dalam melihat suatu masalah, sebaiknya kita melihatnya dari dua sisi yang berbeda. Sehingga kita dapat berpikir jernih dan positif juga tidak cepat terpancing emosi. Jika kita dapat menerapkannya, maka pastinya kita akan dapat mengatasi semua masalah kita dengan baik. setuju??

Hidup ini untuk dinikmati dan dipermudah kawan!! Jangan kau membuatnya menjadi lebih rumit!! Nikmati apa yang ada, dan syukuri apa yang kau miliki.

Persahabatan??

Seorang teman menyadarkanku apa arti dari sahabat?? Apakah teman sudah dapat dianggap sebagai sahabat?? Ataukah karena kita sudah mengenalnya selama bertahun2 maka itu menandakan bahwa dia adalah sahabat kita? Sebenarnya aku juga tak tahu dengan pasti apa itu sahabat..

Pernah suatu ketika dua orang yang telah lama mengenal tiba2 memutuskan persahabatan mereka hanya karena sebuah permasalahan sepele. Itukah yang dinamakan sahabat?? Orang yang sudah lama saling mengenal, namun tidak saling memahami satu sama lain.  

Menurut saya..persahabatan itu tidaklah bisa hanya diukur dari lamanya mereka berteman. Atau seberapa besar  mereka menjalani kehidupan bersama-sama.  Persahabatan terjadi ketika seseorang sudah dapat memahami kita.

Untuk sahabat-sahabatku tersayang…janganlah lupa dengan semua kebaikan seseorang hanya karena sedikit kesalahan yang ia perbuat. Berpikirlah positif!! Ingatlah bahwa ia pernah menjadi seseorang yang berarti dalam hidup kita, maka kalian pun akan lupa dengan semua kesalahannya…